Mark Kisah Orang Sukses Yang Menginspirasi
Mark Zuckerberg via Brittanica

Hobbers semua pasti ga akan asing dengan sosok satu ini, Mark Elliot Zuckerberg atau Mark Zuckerberg. Salah satu tokoh dunia yang sangat ikonik. Babang Mark dan Facebook tidaklah dapat dipisahkan satu sama lainnya. Mungkin sudah ada banyak yang membahas bagaimana menginspirasinya seorang Mark. Tapi bagaimana dengan Mark sebagai kisah orang sukses yang menginspirasi dan berawal dari hobi.

Siapa yang ga tau atau yang tidak memiliki facebook? Terhitung sampai dengan tahun 2021, pengguna Facebook sudah melewati angka 3,3 miliar pengguna. Bandingkan saja dengan jumlah penduduk dunia saat ini yang memiliki total populasi kira-kira 7,7 miliar jiwa.

Baca juga: 10 Kerajinan Dari Kayu Cocok Untuk Kaum Pemula

Berati secara sederhana dapat dikatakan bahwa hampir setengah penduduk di bumi ini adalah pelanggan dari Facebook. Tidak salah lagi, Facebook telah menjadi media sosial paling banyak digunakan oleh penduduk dunia. Hobbers juga pastinya punya atau pernah punya akun Facebook. Kalaupun sudah tidak terlalu aktif, pastinya pernah buat akun Facebook.

Makanya gak mengherankan berdasarkan data yang dihimpun oleh sebuah majalah bisnis dan finansial, Forbes. Babang Mark berada di urutan orang-orang terkaya di dunia. Pada tahun 2021 ini saja terhitung pada majalah tersebut kekayaan Mark Zuckerberg senilai 122,9 juta dollar Amerika Serikat. Ingat ya Hobbers, ini dalam USD. Kalo dirupiahin itu bisa”tumpe-tumpe” . Minhoo sampe pusing liat nolnya banyak banget waktu di konversikan ke rupiah. Intinya ini duit banyak banget deh, kalo mau dihitung bakal capek. Ada yang mau bantu Minhoo ngitung?

Dari sinilah Minhoo tertarik untuk membahas kisah si Mark ini sebagai kisah orang sukses yang menginspirasi. Apalagi bukan hanya sekedar bisnis biasa. Melainkan dia mengembangkannya dari hobinya yang dimiliki. Minhoo mau ngingatin lagi ada banyak kok hobi-hobi yang bisa diuangkan. Salah satunya ya seperti si babang Mark ini, yakni ngoding. Minhoo jadinya iri eh maksudnya termotivasi untuk ngikutin jalan hidupnya si babang Mark.

Gausah kerja pusing-pusing sampe kena mental breakdown melakukan hal yang enggak disukai. Tetapi melakukan hobi sambil nunggu cuan jatuh dari langit. Ya mungkin effort juga harus besar sih, setidaknya gak sampe mengganggu mental, bisa hidup sesuai dengan minat dan sesuai dengan panggilan jiwa. Impian banget kan, inilah impian kita semua.

Kisah Orang Sukses Yang Menginspirasi

Sebuah bisnis berevenue 86 juta dollar Amerika Serikat pada tahun 2020 bukanlah ada tiba-tiba. Tidak berasal dari sebuah permintaan dari lampu ajaib. Facebook dimulai dari nol oleh Mark Zuckerberg pada masa-masa kuliahnya di Harvard University.

Awalnya yang menjadi cikal bakal dari raksasa Facebook hanyalah sebuah website media sosial kecil-kecilan yang dibuat khusus untuk mahasiswa Harvard University. Dibuat bersama dengan teman-teman sekamarnya selama ia berkuliah di Hardvard. Saat itu Mark merupakan mahasiswa tahun kedua dari Harvard University.

Empat teman sekamarnya yang lain adalah Eduardo Saverin, Andrew McCollum, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Keempat temannya ini akhirnya setiap dari mereka juga turut menikmati buah dari kejayaan Facebook yang sudah kian menggurita.

Pada sekitaran tahun 2003, sebuah pendahulu facebook yang bernama Facemash diluncurkan. Bisa dibilang ini merupakan sebuah website prank yang dibuat. Beberapa foto mahasiswa ditampilkan dan orang akan memiliki siapa yang lebih seksi. Wow, isengnya dirimu babang Mark.

Facemash kisah orang sukses yang menginspirasi
Facemash via Kaskus

Akan tetapi tidak berjalan sempurna, gara-gara aplikasi tersebut Mark Zuckerberg harus menghadapi banyak tuntutan dari universitasnya. Diantaranya terkait kasus copyright dan isu privasi, ya memang sebenarnya website ini bermasalah dan juga untuk menjalankannya Mark harus menghack server dari kampusnya.

Pada akhirnya pada tahun 2004 Facebook akhirnya diluncurkan, dengan ide yang terinspirasi dari website sebelumnya, Facemash. Website ini diluncurkan dengan domain thefacebook.com. Pada musim panas di tahun yang sama, yakni tahun 2004, akhirnya Facebook dikomersilkan dan Mark Zuckerberg menjadi CEO dari perusahan tersebut.

Siapa sangka dari sebuah proyek gak jelas nan unfaedah yang menghasilkan tuntutan dari kampusnya, akhirnya Mark dapat menjadi salah satu ikon dari perkembangan digital di seluruh dunia. Mungkin jika Mark hanya menjadi mahasiswa yang tidak melakukan hobi ngodingnya di sela-sela kesibukannya Mark adalah orang kebanyakan. Eitss, tapi sekebanyakannya Harvard kayaknya ga ancur-ancur banget. Untuk awamers kaya Minhoo kalo enggak mencoba hal yang berbeda mah ya tidak ada perkembangannya

Itulah mengapa sampai hari ini Mark Zuckerberg sangat menyarakan agar para pemuda ataupun profesional muda harus memiliki proyek-proyek yang sesuai dengan minatnya. Karena baginya proyek-proyek sampingan ini dapat menunjukkan minat dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki oleh orang-orang.

Karena membangun proyek-proyek sampingan sangatlah besar maknanya. Membangun proyek-proyek sampingan akan meningkatkan skil-skil yang mungkin akan sangat dibutuhkan oleh banyak orang di kemudian hari. Juga berefek pada hasil yang biasanya lebih baik. Karena dikerjakan dengan sepenuh hati tanpa ada halangan-halangan yang biasa membuat orang-orang menjadi thilang mood dalam mengerjakan tugas-tugasnya.

Dalam sebuah kutipan dari Mark Zuckerberg, ia juga pernah pernah mengatakan bahwa:

I probably learned more coding from random side projects that I did than the courses I took in college.” Atau dalam bahasa Indonesia dapat kita terjemahkan secara sembarangan menjadi, “Gue lebih banyak belajar coding dari proyek sampingan daripada belajar di kampus”.

Jadi jika diantara Hobbers ada yang berminat dan hobi pada suatu bidang tertentu, jangan lupa petuah dari babang Mark Zuckerberg. Cobalah untuk melakukan proyek sampingan, sebelum akhirnya kamu mungkin bisa menghasilkan banyak duit dari sana. Kamu akan mendapat banyak hal dari melakukan hal-hal tersebut, kamu dapat belajar dan menambah ilmu atau menajamkan skilmu.

Gimana Hobbers, jangan meremehkan hobi ya, si babang Mark sudah membuktikan bahwa menjalani hidup dari hal-hal yang diminati juga bisa membawamu cuan. Jangan lupa juga untuk terus membaca artikel-artikel lainnya dari Minhoo yang dijamin menarik. Pantau terus, hanya di hobiberuang.com

Baca Juga: 5 Aplikasi Jastip Online Untuk Mendapat Cuan Dari Hobi Travelingmu


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *