Digital nomad adalah trend
Ilustrasi

Digital nomad adalah hal baru tetapi seiring waktu, trennya semakin meningkat. Ada yang ingat dengan kasus yang dialami oleh Kristen Antoinette Gray atau juga dikenal sebagai Kristen Gray. Ini merupakan kasus yang cukup menggemparkan pada awal tahun 2021 ini. Dia bersama dengan pasangannya, Saundra Michelle Alexander merupakan salah sedikit orang-orang yang berprofesi sebagai Digital nomad.

Kristen Gray dan pasangannya cukup menarik perhatian masyarakat Indonesia, termasuk dengan banyak media maisnstream lainnya. Kasus dia dan pasanganya adalah terkait cuitan di twitter terkait pelanggaran protokol kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah Indonesia. Dimana pada saat pemerintah Indonesia memberikan batasan untuk kunjungan wisata dari luar negeri masuk ke Indonesia.

Pada saat yang bersamaan, mereka berdua mengkampanyekan Bali sebagai tempat ramah untuk para digital nomad dengan berbagai latar belakang yang berbeda-beda. Terlepas dari segala macam kontroversi-kontroversi yang terjadi. Minhoo juga tidak berminat untuk membahas dari segi hukum. Berhubung Minhoo bukan dari bidang hukum dan ga paham. Kita bahas tehtang digital nomad saja yang menarik perhatian Minhoo.

Tapi apa digital nomad itu, dan mengapa tren nya semakin meningkat, khususnya untuk beberapa tempat di Indonesia. Apakah digital nomad adalah jenis pekerjaan baru, ataupun digital nomad adalah hanya tren sesaat saja?

Apakah Hobbers tertarik untuk menjadi digital nomad?

Apakah Hobbers punya keinginan untuk bekerja sambil bertraveling mengelilingi dunia. Bekerja dari Bali di bulan Januari dan pada Maret bekerja dari Tokyo. Bekerja tidak hanya lagi dengan view gedung-gedung menjulang di tengah pusat finansial sebuah kota besar. Melainkan bekerja dengan view perbukitan hijau dengan hamparan sawah yang mulai menguning di Bali atau di kawasan selatan China. Ataupun di sebuah coffe shop di tengah kota Hanoi dengan di temani oleh segelas kopi Vietnam Drips?

Pastinya itu menjadi dambaan banyak orang untuk dapat menjalani hidup bak khayalan. Mari kita liat secara lebih jauh apa itu digital nomad dan mengapa tren ini semakin berkembang. Apa saja yang membuat orang-orang semakin menggandrungi jenis tenaga kerja ini.

Digital Nomad Adalah Orang Yang Bekerja Dengan Passion

Secara oversimplified, kita bisa mendefinisikan Digital nomad adalah pekerja pengembara. Mereka bekerja dengan bantuan teknologi informasi. Sehingga segala pekerjaan dapat dilakukan di luar kantor dan bahkan dapat dilakukan dari segala penjuru dunia, sembari berwisata di tempat-tempat menarik. Ataupun sembari menikmati hidup, dengan bekerja dalam tempat tinggal impiannya.

Di tengah perkembangan teknologi informasi yang semakin meningkat dalam dekade ini, bekerja sebagai digital nomad bukanlah sesuai yang mustahil. Bahkan menjadi sebuah obsesi terbaru bagi banyak millenials, yang mengangung-agungkan kebebasan dan juga mengejar passion.

Jika meminjam defisini digital nomad dari Glints, Digital nomad didefinisikan sebagai kondisi dimana seseorang memilih untuk bekerja tanpa dengan ikatan waktu dan tempat. Bekerja secara independen sesuai dengan minat dan passion dirinya. Selama ada jaringan yang menghubungkannya dengan internet seseorang yang memilih untuk bekerja secaar digital nomad dapat terus melakukan tugasnya. Sehingga dapat dikatakan bahwa pekerja orang-orang seperti ini sangat bergantung pada teknologi informasi.

Masih mengutip dari artikel yang sama,, setidaknya ada 5 jenis orang-orang yang memilih bekerja dengan jenis ini. Yakni, yang pertama adalah mereka yang bekerja secaar freelance baik penulis, pengembang aplikasi ataupun web, serta banyak jenis freelance lainnya. Kedua, adalah pekerja profesional yang membuka usaha di bidang konseling yang dikelola secara mandiri.

Ketiga, enterpreneurs yang dalam usahanya menggunakan teknologi informasi untuk menjalankan fungsi-fungsinya. Selanjutnya yang keempat adalah mereka yang menjual secara online atau digital produk-produknya, baik itu produk aplikasi, e-book maupun hal-hal lainnya.

Lalu terakhir yang kelima, digital nomad adalah siapapun yang memanfaatkan digital untuk mendapatkan penghasilan secara rutin, baik itu influencer di berbagai platform media sosial yang mampu menguangkan akunnya.

Tapi Minhoo juga bakal mengulas hal-hal pahit terkait dengan digital nomad. Pastinya untuk dapat memutuskan menjadi seorang digital nomad, ada banyak hal-hal yang harus di pertimbangkan. Jangan sampai segala imaji-imaji indah yang Hobbers bayangkan akhirnya rusak karena Hobbers tidak antisipasi terlebih dahulu.

Menjadi seorang digital nomad adalah siap dengan segala konsekuensi yang didapatkan dari hasil pikiran logisnya sendiri. Yang paling utama jika Hobbers tidak bekerja sebagai karyawan yang harus dipikirkan adalah tidak ada pendapatan tetap yang akan diterima. Termasuk didalamnya pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh digital nomad. Ini menjadi sebuah kabar baik sekaligus kabar buruk.

Pendapatan para digital nomad kadang bisa sangat besar, akan tetapi tidak jarang juga cukup kecil jika tidak mendapat proyek. Sehingga sangat penting bagi seorang digital nomad untuk dapat mengelola dan merencakan keuangannya secara optimal dan efektif. Pastikan tidak menghambur-hamburkan danamu untuk hal-hal yang diluar dari rencana. Dan pastinya selalu siapkan dana cadangan untuk hal-hal yang bisa terjadi diluar dari dugaan.

Jangan lupa untuk mengamankan dirimu dengan memiliki asuransi-asuransi yang menjagamu dari hal-hal buruk yang mungkin terjadi, serta pastinya dapat mengalokasikan sebagian danamu untuk investasi agar duitmu terus bertumbuh. Termasuk juga dengan perencaan yang matang untuk pensiunmu, agar dirimu memiliki keamanan secara financial di hari tua nanti.

Hal lain yang juga bisa menjadi senjata makan tuan adalah perihal jam kerja dari digital nomad. Jam kerja yang “fleksibel” juga memiliki dua mata pisau. Hobbers haruslah memiliki manajmen waktu yang baik. Jangan sampai tidak memiliki waktu istirahat yang cukup untuk memulihkan energi yang terkuras, terlebih jika berlebihan bekerja ditakutkan akan berdampak pada kesehatanmu. Baik itu kesehatan fisik maupun berdampak pada kesehatan mental.

Mengunjungi berbagai tempat memang menyenangkan. Akan tetapi tidak bisa dinafikan fasilitas yang ada di dunia ini tidaklah tersebar secara merata. Ada banyak wilayah yang meliki ketimpangan yang parah bahkan dalam satu negara. Termasuk juga fasilitas yang berkaitan dengan jaringan internet dan energi. Jaringan internet bagi kebanyakan digital nomad adalah tulang punggung yang menyangga para digital nomad. Terbatasnya suplai energi dan fasilitas jaringan akan sangat mengganggu kinerja dari digital nomad. Pastikan kamu sudah paham akan hal ini, ketika akan memutuskan dimana kamu akan berada saat bekerja.

Lalu hubungan sosialmu juga dapat menjadi bahan pertimbangan. Keadaanmu jika memilih untuk bekerja secara jauh dari asalmu mungkin akan menjauhmu dari orang terkasihmu seperti orang tua dann teman-temanmu. Pastikan kamu memiliki skill hubungan interpersonal yang mumpuni untuk menjalin hubungan dengan banyak orang. Ini kan membantumu untuk menghilankan rasa kesepian yang sangat mumgkin kamu alami.

Memilih untuk menjadi digital nomad mungkin bukanlah hal yang mudah untuk dijalani, akan tetapi pastinya akan sangat menarik untuk untuk dicoba. Hidup dalam kebebasan adalah impian dari banyak orang. Tetapi yang harus diingat adalah ini bukan satu-satunya jalan. Jika memang berminat, pastikan untuk memikirkan secara matang terlebih dahulu.

Silahkan kamu bagi artikel ini agar dibaca oleh banyak orang. dan jika kamu berminat untuk menjadi seorang digital nomad kamu bisa komen di dibawah. Baca juga artikel-artikel menarik lainnya dari Hobiberuang, dijamin akan semakin membuatmu melek bahwa passion itu bukan cuma untuk senang-senang semata, tapi juga bisa menghasilkan, asal Hobbers serius menjalaninya.

Baca Juga : 7 Website Resep Masakan Yang Bisa Di Contek Untuk Makananmu


0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *